Mau serius berkarir sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) tapi masih bingung soal hak-hak yang seharusnya Anda dapatkan? Atau justru khawatir soal kewajiban apa saja yang perlu dipenuhi supaya hubungan kerja berjalan mulus?
Tenang, Anda tidak sendirian. Banyak calon ART maupun ART yang sudah berpengalaman pun masih belum paham betul soal ini. Padahal, memahami hak dan kewajiban ART sejak awal adalah kunci agar Anda bisa bekerja dengan tenang, dihargai, dan terlindungi.
Artikel ini akan membahas tuntas: mulai dari definisi hak dan kewajiban, aturan gaji, jam kerja ideal, hingga pentingnya kesepakatan kerja tertulis. Yuk, baca sampai habis!
Baca juga: Panduan Lengkap Lowongan Nanny Gaji Tinggi 2026
Pengertian Hak dan Kewajiban ART
Dalam konteks hubungan kerja, hak adalah sesuatu yang berhak diterima pekerja setelah menjalankan tugasnya, bisa berupa upah, waktu istirahat, atau perlakuan yang layak. Sementara kewajiban adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan profesional dan penuh dedikasi.
Bagi seorang ART, dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Semakin Anda paham hak-hakmu, semakin percaya diri Anda bekerja. Dan semakin Anda menjalankan kewajiban dengan baik, semakin besar peluang untuk mendapat kepercayaan dan penghargaan dari majikan.
Dengan disahkannya Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) pada 21 April 2026, menjadi dasar perlindungan yang kuat dan jelas terkait hak dan kewajiban ART serta pemenuhan kewajiban oleh pemberi kerja.
Hak ART yang Wajib Dipenuhi Majikan
Sebagai pekerja, Anda punya hak-hak mendasar yang seharusnya dipenuhi oleh majikan. Bukan sekadar “belas kasihan”, tapi memang sudah menjadi standar hubungan kerja yang sehat. Ini dia poin-poin pentingnya:
1. Hak Mendapat Gaji yang Layak
Gaji adalah hak paling fundamental. Besaran upah harus disepakati di awal, dibayar tepat waktu (biasanya awal atau akhir bulan), dan tidak boleh dipotong sembarangan.
Tips: Sebelum mulai bekerja, tanyakan secara langsung nominal gaji dan tanggal pembayaran. Jika memungkinkan, minta konfirmasi tertulis. Bandingkan juga dengan standar upah ART di kota/daerahmu sebagai referensi negosiasi.
2. Hak Libur dan Cuti
ART berhak mendapat hari libur mingguan, umumnya 1 hari per minggu. Selain itu, hak cuti tahunan (biasanya 12 hari per tahun untuk pekerja purna waktu) juga perlu disepakati, termasuk cuti hari raya keagamaan.
Ingat: Libur bukan sekadar soal istirahat fisik, tapi juga penting untuk kesehatan mental. ART yang mendapat waktu istirahat cukup terbukti lebih produktif dan loyal.
3. Hak Jam Kerja yang Manusiawi
Jam kerja yang ideal harus disepakati secara jelas, kapan mulai, kapan selesai, dan berapa jam istirahat per hari. Detail ini kelihatannya sepele, tapi bisa jadi sumber konflik besar kalau tidak diatur dari awal.
4. Hak atas Tempat Tinggal dan Konsumsi (ART Live-in)
Bagi ART yang tinggal di rumah majikan (live-in), majikan wajib menyediakan:
- Kamar tidur yang layak dan terkunci dari dalam
- Akses ke kamar mandi/toilet yang bersih
- Makanan bergizi tiga kali sehari atau uang makan yang sesuai
- Fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih
Jika salah satu fasilitas di atas tidak tersedia, hal ini wajib dikompensasikan dalam bentuk tunjangan tambahan.
5. Hak Perlindungan dan Perlakuan yang Adil
Anda berhak bekerja di lingkungan yang aman, bebas dari segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal, dan mendapat perlakuan yang sopan dari seluruh anggota keluarga majikan. Tidak ada toleransi untuk perundungan, penghinaan, atau eksploitasi dalam bentuk apapun.
Jika Anda pernah mengalami perlakuan tidak adil, Anda bisa melapor ke Dinas Ketenagakerjaan setempat atau lembaga perlindungan pekerja domestik.
Sudah Siap Mulai Karir sebagai ART Profesional?
Temukan ratusan loker ART terpercaya dengan sistem kerja yang jelas, gaji transparan, dan majikan yang sudah terverifikasi. Daftar gratis sekarang dan mulai perjalanan kariermu!
👉 Cek loker PRT terbaru di platform LowonganPRT — Gratis, Cepat, Terpercaya!
Kewajiban ART yang Harus Dipenuhi
Hak yang baik lahir dari kewajiban yang dijalankan dengan baik pula. Berikut tanggung jawab utama yang perlu Anda pegang teguh sebagai ART profesional:
1. Menjalankan Tugas Sesuai Jobdesk
Pahami dengan jelas tugas harianmu apakah fokus pada kebersihan rumah, memasak, mengurus anak, atau merawat lansia. Kerjakan sesuai standar kualitas yang sudah disepakati. Hindari mengerjakan hal di luar jobdesk tanpa diskusi atau kompensasi tambahan.
2. Menjaga Kepercayaan dan Etika Kerja
Bekerja di rumah orang lain berarti Anda masuk ke ruang privasi mereka. Ini menuntut kejujuran tinggi seperti tidak mengambil barang yang bukan milikmu, menjaga kerahasiaan urusan keluarga, dan bersikap sopan kepada semua anggota rumah tangga.
Kepercayaan adalah modal terbesar seorang ART. Sekali rusak, sangat sulit untuk dibangun kembali.
3. Memenuhi Aturan Rumah Tangga Majikan
Setiap rumah punya aturan yang berbeda, seperti cara menyortir sampah, prosedur penggunaan alat elektronik, jam-jam tertentu yang perlu tenang, dll. Pelajari dan ikuti aturan tersebut dengan konsisten tanpa perlu diingatkan berulang kali.
4. Bertanggung Jawab terhadap Pekerjaan
Kalau terjadi kesalahan, apapun itu, bersikaplah jujur dan proaktif untuk memperbaikinya. Majikan jauh lebih menghargai ART yang jujur mengakui kesalahan dan segera mencari solusi, dibanding yang menyembunyikan atau melempar tanggung jawab.
Jam Kerja ART: Aturan Ideal yang Disepakati Bersama
Di dalam hak dan kewajiban ART, ada aturan jam kerja yang tentunya harus dipenuhi dan disepakati oleh pekerja maupun majikan. Meski sudah ada UU PPRT, namun tidak dijelaskan secara rinci regulasi baku soal jam kerja ART di Indonesia, tetapi terdapat larangan yang mempekerjakan PRT selama 24 jam. Jadi, untuk jam kerja masih mengikuti standar umum yang digunakan yaitu 8–10 jam kerja efektif per hari, dengan 1–2 jam jeda istirahat di tengah hari.
Untuk ART live-in, batasannya bisa lebih fleksibel, namun tetap harus ada waktu “mati” yang jelas, misalnya tidak boleh diganggu antara pukul 21.00 hingga 06.00. Ini bukan kemewahan, ini standar minimum yang manusiawi.
Hal-hal yang perlu disepakati terkait jam kerja:
- Jam mulai dan jam selesai kerja setiap hari
- Durasi dan jadwal istirahat harian
- Hari libur mingguan (hari apa)
- Ketentuan lembur: apakah ada? Berapa upahnya?
- Aturan saat ada tamu atau acara keluarga besar
Satu aturan sederhana: kalau Anda diminta bekerja di luar jam yang disepakati, itu lembur — dan harus ada kompensasinya.
Baca juga: Daftar Segera! Lowongan PRT Profesional di Bali 2026 Berbatas Waktu
Sistem Gaji ART: Bulanan vs Harian
Setelah Anda memahami hak dan kewajiban ART, Anda juga perlu memahami sistem gaji yang diberikan. Umumnya, ada dua sistem gaji yang berlaku untuk ART.
Sistem Gaji Bulanan
Cocok untuk ART purna waktu (full-time), baik live-in maupun non live-in. Gaji dibayar satu kali per bulan di tanggal yang disepakati. Kelebihannya: pemasukan stabil dan terencana. Idealnya disertai slip gaji atau bukti transfer sebagai dokumentasi.
Sistem Gaji Harian
Digunakan untuk ART infal atau pekerja harian lepas (freelance). Sistem ini lebih fleksibel karena upah dihitung per hari kerja. Pastikan nilai upah harian sudah memperhitungkan:
- Biaya transportasi (kalau tidak ditanggung majikan)
- Biaya makan (kalau tidak disediakan)
- Tidak ada tunjangan atau fasilitas tambahan seperti ART tetap
Sebagai acuan kasar, upah harian ART di kota besar berkisar antara Rp100.000–Rp250.000 per hari tergantung lokasi, jenis pekerjaan, dan pengalaman. Tapi tetap selalu negosiasikan secara terbuka.
Kesepakatan Kerja: Kunci Hubungan Kerja yang Sehat
Hak dan Kewajiban ART serta pemberi kerja akan berjalan lancar jika ada kesepakatan kerja antara keduanya. Ini satu hal yang sering diremehkan tapi sangat krusial: jangan pernah mulai bekerja tanpa kesepakatan yang jelas.
Tidak harus formal berbentuk kontrak bermaterai, tapi minimal ada kesepakatan tertulis (bisa via WhatsApp) yang mencakup:
- Deskripsi tugas dan jobdesk harian
- Besaran gaji dan tanggal pembayaran
- Jadwal jam kerja dan hari libur
- Fasilitas yang disediakan (untuk ART live-in)
- Ketentuan cuti dan izin tidak masuk
- Prosedur pengakhiran kerja (notifikasi berapa hari sebelumnya)
Kesepakatan yang jelas melindungi dua belah pihak, Anda sebagai ART dan majikan. Ini bukan soal tidak percaya, tapi soal profesionalisme.
Baca juga: ART Harian vs ART Bulanan: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan, hingga Sistem Kerja
Kesimpulan
Menjadi ART bukan sekadar “kerja bantu-bantu di rumah orang”. Ini adalah profesi nyata yang membutuhkan standar kerja, perlindungan hak, dan tanggung jawab yang serius.
Ringkasnya:
- Anda berhak mendapat gaji layak, jam kerja yang manusiawi, hari libur, dan perlakuan yang adil
- Anda berkewajiban menjalankan tugas dengan profesional, menjaga kepercayaan, dan bertanggung jawab
- Kesepakatan kerja yang jelas adalah fondasi hubungan kerja yang sehat
- Jangan ragu untuk menegaskan hak-hakmu sejak awal dengan cara yang sopan dan profesional
Dengan bekal pengetahuan ini, Anda sudah satu langkah lebih maju untuk membangun karier ART yang terlindungi, dihargai, dan menjanjikan.
Cari Kerja ART yang Aman dan Terpercaya?
VTC Group hadir melalui platform LowonganPRT untuk menghubungkan Anda dengan majikan yang sudah terverifikasi, sistem kerja yang transparan, dan hak-hak yang terlindungi.
👉 Daftar sekarang dan temukan loker PRT terbaru yang sesuai dengan keahlian dan lokasimu!
Atau Anda bisa hubungi tim Admin Recruitment via Whatsapp untuk info loker selengkapnya.
Cari kerja lebih tenang, masa depan lebih gemilang!